Safari Subuh 22 : Saatnya Konversikan Amal ke Urusan Akhirat

Pengajian
Gampingcorner.com, Ambarketawang,- Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Gamping telah berhasil menyelenggarakan kegiatan safari subuh. Kegiatan ini merupakan safari ke-22 dan dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Sorogenen, Tologo, Ambarketawang Gamping. Kegiatan ini diiukuti oleh seluruh kader PCPM, remaja masjid setempat, dan Muspika Gamping.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (22/12/2019). Kegiatan inti pengajian disampaikan oleh Ustadz Drh. H. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. Safari subuh ini tetap membawa konsep adalah berkunjung dari satu masjid ke masjid lain untuk meningkatkan keimanan terutama kalanagan pemuda. “Secara rutin tidak sebanyak ini, kadang 3 shaf kadang 4 shaf, dibandingkan dengan jumlah penduduk sekitar dan masjid lain, alhamdulillah” ungkap Hadi, takmir masjid At-Taqwa
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari bapak lurah ambarketawang untuk meningkatkan iman dan taqwa. “Sae sanget, ngatah ake iman lan taqwa jamaah”, ujar pak lurah Ambarketawang. Pengantar pengajian ustadz menegaskan bahwa untuk membedakan orang munafik dan bertaqwa adalah shalat subuh berjamaah.
“Tugas utama setan, tidak lain adalah menjauhkan hati dari masjid” sambung beliau. Ustadz Budi juga menjelaskan bahwa ngantuk adalah salah satu godaan dari setan untuk menjauhkan masjid.
Memasuki tema utama, ustadz Agung Budiyanto memberikan ulasan untuk tidak mengonversikan segala tindakan untuk urusan dunia semata, melainkan urusan akhirat. “Saat membagikan ghonimah (harta rampasan perang), justru dibagikan ke orang kafir, orang yang tidak berjihad, tidak berdarah, bukan kepada sahabat yang telah menjalankan perang. Saat ditanya mengapa saya tidak membagikan harta kepada kalian? Saya eman karena kemuliaan kalian sirna karena urusan dunia, urusan harta, saya takut kemuliaan itu luntur. Karena aku menghargaimu sebagai orang mulia di mata Allah” paparnya dengan nada serius.
Hal ini menegaskan bahwa urusan dunia memang sangat menggoda, godaan setan untuk selalu melunturkan kemuliaan di mata Allah. “Kembali ke urusan konversi dunia, tidak perlu batu dirubah emas atau gunung emas. Pergantian siang dan malam itu sudah cukup untuk membuat beriman” tegas beliau
Penjelasan tersebut diharapkan membuat tegar para hati pejuang Allah. Setelah melakukan segala sesuatu untuk mendekatkan diri kepada Allah, meski tidak kunjung kaya harta, jenjang karir atau usaha belum melejit, bahkan dalam keadaan yang sangat susah, pasti ada hikmah dibalik semua itu. “Janji Allah pasti benar, lihat surat muhammad ayat 7, barangsiapa menguatkan, berjuang, menolong agamaku, maka akan aku kuatkan kedudukanya, lansung ditolong oleh Allah” tegas beliau
Meski begitu, bukan berarti kita melupakan urusan dunia, termasuk harta. “Konversikan urusan akhirat jangan dunia, tapi perlu berlatih surat al qosos ayat 77, Carilah kebanggan akhirat tapi jangan lupakan sedikit kebahagiaan dunia. Jaya boleh tapi orientasi akhirat”, tutup beliau (*Al)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *